Kabargaruda.com, Jakarta - Lisma Ismail Maing, atau yang lebih akrab disapa Lisma ini terdaftar sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Garuda untuk Dapil Bali.

Wanita muda 24 tahun ini tercatat masih duduk sebagai mahasiswi tingkat akhir di salah satu universitas swasta di Jakarta. Dirinya memutuskan maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Garuda untuk Dapil Bali karena baginya Bali memiliki keistimewaan tersendiri di hidupnya.

‘Pulau Dewata’ yang menjadi salah satu ikon bangsa ini dengan pariwisatanya itu saat ini sedang mengalami beberapa masalah, termasuk masalah  reklamasi Teluk Benoa yang sangat krusial.

Pasalnya masalah yang ada sejak 2012 tersebut tak kunjung selesai hingga saat ini.

"Bagi saya, ini memang pertama kalinya saya terjun ke sebuah organisasi, apalagi masuk sebuah partai. Tapi itu bukan sebuah halangan dari niat saya untuk membawa perubahan bagi masyarakat Bali. Walaupun saya tinggal di Jakarta, tapi saya sering ke Bali. Kebetulan ibu saya menetap disini, jadi saya sering ke Bali. Dalam satu bulan mungkin bisa dua sampai tiga kali saya ke Bali,” jelasnya kepada KabarGarudaCom, Rabu (3/10/2018).

Lisma menambahkan keprihatinannya terhadap kondisi Bali saat ini. Mulai dari reklamasi teluk Benoa hingga pendapatan masyarakat Bali yang dipandanganya belum sebanding dengan apa yang dimiliki oleh pulau yang kaya akan wisata alam itu.

"Kalau bicara soal reklamasi Teluk Benoa, Secara administratif Teluk Benoa terletak di perairan lintas Kabupaten/Kota yaitu Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, masuk dalam tiga kecamatan yaitu Denpasar Selatan, Kuta dan Kuta Selatan. Perairan Teluk ini dikelilingi oleh 12 desa/kelurahan, masing-masing 6 desa/kelurahan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Jika reklamasi di kawasan perairan Teluk Benoa dipaksakan maka reklamasi tersebut akan berpotensi menimbulkan masalah baru,” tambahnya.

Lisma pun mengungkapkan kegelisahannya terhadap UMR/UMP masyarakat Blai sebesar Rp 2.127.157. Menurutnya angka tersebut belum sebanding dengan apa yang dimiliki oleh pulau Bali yang kaya akan wisata alam. Lisma berpendapat, dengan tingginya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Bali tiap tahunnya, seharusnya masyarakat Bali layak mendapatkan UMR/UMP lebih dari pendapatan mereka saat ini.