SHARE THIS ARTIKEL

whatapps facebook twitter telegram

Kondisi Kripto Merosot, Suku Bunga AS Berpotensi Naik

kabargaruda.com - Beberapa kripto utama mengalami penurunan setelah risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat lebih fokus pada mengatasi inflasi, yang berarti kemungkinan kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi. Sebagai tanggapan terhadap situasi ini, perdagangan hari ini, Kamis (17/8/2023), mata uang kripto terbesar, Bitcoin (BTC), turun 2,26% menjadi US$ 26.551,80 dalam 24 jam terakhir, bahkan penurunan sebesar 3,44% terjadi selama seminggu terakhir. Ethereum juga mengalami penurunan serupa, dengan penurunan 3,11% dalam seminggu ke level US$ 1794,69.

Secara lebih detail, pergerakan tujuh kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar adalah sebagai berikut:

Screenshot 2023-08-18 081509

Dari tabel di atas, terlihat bahwa dalam 24 jam terakhir, XRP mengalami penurunan paling dalam sebesar 14,59%. Demikian pula, dalam rentang seminggu terakhir, XRP merosot 20,46%. Posisi kedua dengan penurunan terbesar adalah BTC, yang turun 9,66% selama seminggu, diikuti oleh BNB yang turun 9.40%.

Kondisi merosotnya kripto ini sebagai respons terhadap potensi tindakan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang masih mungkin dilakukan dalam sisa tahun ini. Hal ini tercermin dari risalah pertemuan FOMC yang dirilis setelah pertemuan semalam.

Hasil risalah pertemuan FOMC menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat lebih mengutamakan penanggulangan inflasi. "Dengan inflasi yang masih jauh di atas tujuan jangka panjang Komite dan pasar tenaga kerja tetap ketat, sebagian besar peserta melihat risiko kenaikan inflasi yang signifikan dan tetap memandang perlu adanya langkah-langkah lebih lanjut dalam kebijakan moneter," demikian disampaikan dalam risalah tersebut.

Situasi ini semakin memperkuat ketidakpastian di pasar, karena The Fed berusaha mengendalikan inflasi dengan menaikkan suku bunga. Langkah ini akan menguatkan nilai dolar, yang memiliki korelasi negatif dengan mata uang kripto.

Perlu dicatat bahwa ketika nilai dolar menguat, biasanya nilai kripto akan melemah karena selisih nilai tukar membuat harga kripto tampak lebih mahal, yang membuat para pelaku pasar cenderung bersikap menunggu dan melihat atau mengamankan aset mereka terlebih dahulu.